Prof Halide: Alifian Telah Keseleo Otak
Laporan: Muhammad Irham. la_toge_langi@yahoo.com
Kamis, 2 Juli 2009 | 21:08 WITA

MAKASSAR, TRIBUN - Guru besar yang juga pakar ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Prof Dr Halide, menyatakan akan mencabut penilaiannya terhadap keluarga Mallarangeng sebagai pahlawan setelah membaca pernyataannya di media cetak yang dianggap mendiskreditkan SDM orang Sulsel.

"Dulu saya anggap mereka adalah pahlawan, sekarang, tidak lagi," kat Prof Halide dengan nada tinggi kepda wartawan, Kamis (2/7).

Halide berharap Mallarangeng bersaudara mesti berfikir bahwa dia adalah seorang doktor. "Awalnya saya kira dia keseleo. Tapi setelah membaca pernyataannya, ternyata saya menilai Alifian telah keseleo otak," ketus Halide.

Oleh karena itu, Halide menghimbau agar Mallarangeng bersaudara meminta maaf kepada warga Sulsel yang mementingkan siri. (*)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)

(Irham)

Dibaca 769 Kali
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

Iye prof, saya sangat sepakat itu.

Posted by: Adam Pattiroy | Jumat, 3 Juli 2009 | 10:23 WITA

tapi bagaimana pendapatta tentang spanduk di jalan-jalan makassar yg mendukung kandidat Capres tertentu yang isinya sangat menyepelekan kompetensi orang2 Sulsel?... spanduk itu berbunyi kira2... BELUM TENTU 100 TAHUN LAGI KITA AKAN MEMILIKI PRESIDEN ASAL SULSEL. bagi saya itu sama saja nilainya dengan perkataan Alfian Mallarangen. Kalau mau seimbang sebaiknya para Profesor maupun Rektor yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sulawesi Selatan harusnya juga mengecam spanduk-spanduk tersebut,karena sangat-sangat melecehkan masyarakat sulsel. Bukankah baru 10 tahun yang lalu Indonesia di pimpin oleh putra terbaik Sulsel,Bapak Habibie.

Posted by: madi | Jumat, 3 Juli 2009 | 09:58 WITA

kita negara demokrasi, jgn sampai karena jabatan kita lupa daratan....

Posted by: yani | Jumat, 3 Juli 2009 | 09:34 WITA

Alfian Mallarengeng, otaknya sudah tercuci, sehingga NKRI sdh di obok-obok, Setiap warga Negara berhak jadi President, dari Suku apapun. jangan menjadi Pelacur Politik.

Posted by: Lia Halim | Jumat, 3 Juli 2009 | 08:02 WITA

Kalau setuju demokrasi harus siap menghadapi kritik, kalau belum siap menghadapi kritik jangan terima demokrasi, kalau tidak setuju dengan demokrasi silahkan angkat kaki

Posted by: prasetyo | Kamis, 2 Juli 2009 | 23:44 WITA

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved