Rabu, 18 November 2009 | 23:04 WITA
Adi Rahman (35) adalah petani sekaligus penjual pupuk yang menetap di Jl Haji Kanekke Pinrang. Sehari-harinya ia berprofesi sebagai penjual pupuk dan petani. Karena ketekunan dan kerja kerasnya, akhirnya ia berhaji pada musim haji ini.
"Saya mulai menabung untuk berhaji setelah saya mendengar cerita istri saya yang lebih dulu berhaji," katanya Selasa (17/11) di Asrama Haji Sudiang Makassar. Ia menambahkan, cerita istrinya tentanh Mekkah memotifasinya untuk mengumpulkan uang lebih giat lagi.
Pada tahun 2004, ia langsung menyetorkan uangnya sebanyak Rp21 juta agar mendapat nomor porsi. Ketika mendapat pemberitahuan untuk melunasi, ia pun langsung melunasinya dan akhirnya berangkat ke Mekkah Rabu (18/11).
Pendapatannya sebagai penjual pupuk tidak terlalu banyak. Sebab penjual pupuk di Pinrang cukup banyak. Lagi pula, untuk memasarkan pupuk ke petani, seseorang harus menggandeng kelompok tani.
Meski cukup sulit, ia tetap bisa menjual pupul setiap musim tanam tiba. Selain itu, ia juga menjual karung gabah yang ia beli dari Jawa dalam jumlah cukup banyak. Hasil penjualan pupuk dan karung itu lalu ia tabung untuk berhaji. Penghasilannya dari bertani juga ia tabung agar bisa segera menunaikan rukum Islam ke-5 tersebut.
Di depan Kakbah, ia akan berdoa agar bisnisnya lancar dan bisa kembali ke Tanah Suci bersama keluarganya. Amin.(lim)
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com
Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)
(
Syamsul)