+ Iklan Baris Online     + Lowongan Kerja
/ Home / News / Nasional  /
Share |

Nasrudin Berniat Mengaku ke Ibu Ani
Akan Laporkan Ancaman Antasari ke Ibu Negara
Rabu, 25 November 2009 | 23:06 WITA

Jakarta, Tribun - Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) almarhum Nasrudin Zulkarnaen berencana melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar terhadap istrinya, Rani Juliani, kepada Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Namun niatan tersebut urung dilakukan Nasrudin setelah mendapat saran dari temannya, Jefry Lumampaw, yang berprofesi sebagai pengacara.
Demikian disampaikan Jefry saat memberi kesaksian untuk terdakwa Antasari di di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (24/11).
Jefry mengaku menerima curahan hati (curhat) Nasrudin usai bermain golf di Lapangan Golf Pondok Indah, Jakarta Selatan. Jefry mengaku selalu bermain golf dengan Nasrudin.
"Nasrudin bilang kalau dia tidak dibantu, dia akan menghadap ke Ibu Ani (Yudhoyono) untuk mengadukan masalah ini. Tetapi saya sarankan jangan dulu. Kalau buktinya tidak kuat, tidak usah dilaporkan," ujar Jefry di depan majelis hakim.
Jefri adalah satu dari tiga saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Antasari. Dua saksi lainnya yaitu staf Jefri, Etza Imelda Fitri, dan staf analis informasi KPK, Ina Susanti.
SMS Antasari
Jefry mengaku tahu masalah yang dialami Nasrudin saat dia menjadi makmum salat di musala yang ada di kawasan Lapangan Golf Pondok Indah, sekitar Februari 2009. Kala itu Nasrudin bertindak sebagai imam dalam salat tersebut. Jefri melihat Nasrudin sangat khusyuk.
"Saya bilang, tumben Anda (Nasrudin) salat dan khusyuk banget. Kayaknya ada masalah?" kata Jefry.
Menurutnya, tanpa berkata-kata, Nasrudin langsung menunjukkan pesan singkat (SMS). "Lalu dia menunjukkan SMS yang isinya maaf mas permasalahan ini yang tahu hanya kita berdua. Kalau sampai ter-blow up, tahu sendiri konsekuensinya," ujar Jefry.
"Siapa pengirim SMS itu?" tanya JPU. Jefri menjawab berdasarkan informasi yang tertera di handphone Nasrudin, pengirimnya adalah Antasari. "Antasari siapa? Nasrudin menjawab Antasari Ketua KPK," jawab Jefri.
Hal serupa disampaikan Etza saat menyampaikan keterangan dalam persidangan berikutnya, kemarin. Etza yang sempat ditunjukkan langsung oleh Nasrudin tentang SMS itu mengaku terpanggil untuk memberikan kesaksian terkait kasus pembunuhan Direktur PT PRB tersebut. Dia membantah juga telah diarahkan penyidik dalam pembuatan BAP.
Saking terharunya, Etza menitikkan airmata saat disinggung JPU tentang kehadirannya di persidangan. Menurut Erza, dia sedih saat melihat Nasrudin meregang nyawa di Rumah Sakit Pusat Angkatan Daerat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, setelah ditembak kepalanya di kawasan Modernland Tangerang  pada 14 Maret.
"Permasalahan yang dialami Pak Zul (Nasrudin Zulkarnain) kemudian dikonsultasikan dengan Pak Yan Apul. Karena Pak Yan Apul adalah pelindung dari konsultan saya dan Pak Jefri," ujar Etza yang juga tergabung dalam Yan Apul & Partner Law Firm.
"Tapi belum sempat ditindaklanjuti, keburu terjadi peristiwa penembakan itu," katanya. Dia  mengaku mengetahui peristiwa penembakan Nasrudin dari koran dan kemudian mendapat kebenaran dari rekannya yang lain.(Persda Network/cr3/mun)

Antasari: Saya Tidak Pernah SMS Nasrudin
PENASIHAT hukum Antasari, Hotma Sitompul, menanyakan apakah tertera nomor handphone dari identitas pengirim SMS yang tampil di handphone Nasrudin Zulkarnain kepada dua saksi yang mengaku telah melihat SMS itu, Jefry Lumampaw, Etza Imelda Fitri dan Ina Susanti.
Menanggapinya, Jefri dan Etza mengaku tidak ada.
Etza menegaskan Nasrudin benar-benar menyebutkan Antasari yang dimaksudnya adalah Antasari yang kini duduk di kursi terdakwa di persidangan itu.
Antasari sendiri membantah telah mengirim SMS yang dimaksud kedua saksi tersebut. Di hadapan Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro, Antasari keberatan atas kesaksian Jefri dan Etza.
"Menurut catatan kami, sejak Februari kami tidak ada mengirimkan SMS kepada Nasrudin," kata Antasari. "Mungkin nomornya nomor kami, tapi kami tidak pernah mengirimkan SMS seperti disebutkan tadi," tegasnya menambahkan.(Persda Network/cr3/mun)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)

(Syamsul)

Dibaca 40 Kali
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved