Selasa, 2 Februari 2010 | 22:59 WITA
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - DPP Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) mendesak Panitia Angket Century agar obyektif, profesional, proporsional serta tidak mengada-ada maupun punya agenda terselubung bagi kepentingan partainya.
"Kami siap mengerahkan ribuan orang ke Gedung DPR dan Istana Merdeka, Rabu (3/2) ini, guna mendesak pemerintah dan DPR mengusut berbagai kasus pelanggaran hukum, termasuk Century, tanpa pandang bulu," ujar Wasekjen bidang Politik dan Hubungan Antarlembaga KNMI Rocky Amu kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/2).
Ditegaskan, bahwa aksi unjuk rasa itu merupakan awal dari gerakan-gerakan selanjutnya yang lebih besar lagi sebagai upaya mengimbangi upaya-upaya delegitimasi pemerintahan saat ini.
Sementara di depan Istana Merdeka, KNMI akan meminta pemerintah melanjutkan pembangunan, merealisasikan janji-janji kampanye dengan melaksanakan berbagai program prioritas yang sudah dicanangkan.
KNMI merupakan wadah berhimpunnya 79 Ormas dan LSM serta elemen masyarakat relawan pendukung SBY-Boediono dalam Pilpres 2009. Organisasi itu dipimpin oleh Mayjen (Purn) Djali Yusuf, salah satu staf khusus Presiden Yudhoyono.
Menurut Rocky, skandal Century merupakan pintu masuk untuk membongkar kasus-kasus lainnya seperti kasus korupsi dan pelanggaran HAM.
Para relawan pendukung SBY-Boediono itu mengatakan bahwa perkembangan politik pada waktu-waktu terakhir ini sudah mengarah pada hal-hal yang destruktif setelah segelintir politisi dan eksponen masyarakat mencoba mendelegitimasi hasil Pilpres 2009.
Menurutnya, sejumlah cara yang dilakukan itu diantaranya dengan menyebarkan berita-berita bohong, membesar-besarkan masalah dan disinformasi kepada masyarakat dengan tujuan mendiskreditkan hasil Pemilu 2009.
"Maksud dan tujuan kelompok-kelompok itu jelas menodai kehidupan berdemokrasi di Indonesia sehingga bisa menimbulkan krisis konstitusi dan kepercayaan masyarakat serta eksistensi demokrasi maupun konstitusi NKRI," ujar Rocky. Menurutnya, melihat hal-hal tersebut KNMI terpanggil untuk menegakkan konstitusi dan mengamankan proses demokrasi yang sudah dicapai bangsa Indonesia dengan susah payah.(*)
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com
Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)
(
Dahlan)