Soal Transfer Uang Rp 13 Triliun, Pihak Mandiri Parepare Belum Beri Klarifikasi
Laporan: Ridwan Putra. tribuntimurcom@yahoo.com
Jumat, 5 Februari 2010 | 16:26 WITA
PAREPARE, TRIBUN.TIMUR.COM - Sejak tadi malam hingga siang ini, Jumat (5/2), pihak pimpinan Bank Mandiri Cabang Kota Parepare belum mengeluarkan atau memberikan tanggapan atas pengaduan dan pengakuan seorang petani H Alimin, warga JL Gunung Tolong, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, yang rekening bank dan ATM nya masih diblokir pihak Bank Mandiri setempat sejak November 2008 lalu.
Sebelumnya, terungkap, rekening Bank mandiri pria penggarap sawah di Parepare itu, dimasuki aliran dana transfer sebesar Rp 13 triliun pada Tanggal 2 November 2008 lalu. Dengan terang-terangan, ia bahkan telah memperlihatkan dua buku rekeningnya yang sudah ter print out yang mencamtumkan 12 angka di belakang angka Rp 13 trilun tersebut kepada wartawan, Kamis (4/2/2010).
Alimin bahkan mengaku, pernah tiga kali didatangi rumahnya oleh Kepala Cabang Bank Mandiri Parepare saat itu dan Alimin diminta agar ia tidak membeberkan atau menceritakan kejadian tersebut.
Sebelumnya, Alimin yang sehari-harinya bekerja sebagai petani tersebut, pada 2 November 2008 lalu kaget saat memeriksakan buku rekening Bank Mandiri di Kantor Cabang Bank Mandiri Parepare di Jl A Isa, karena saldo miliknya yang awalnya diketahui hanya sebesar Rp 5,7 juta tiba-tiba saat di print out menjadi Rp 13 triliun lebih.
Dijumpai di rumahnya, Jumat (5/2), Alimin mengaku saat itu hendak memeriksa transfer sebesar Rp 1,3 juta dari saudaranya. Namun, tiba-tiba yang angka yang masuk menjadi Rp 13 triliun.
Pihak Bank Mandiri setempat sendiri, sejak kemarin belum bisa memberikan klarifikasi menyusul kejadian tersebut. Apalagi Alimin mengeluh karena hingga sekarang, buku tabungan dan ATM Mandiri nya masih diblokir pihak bank dan uangnya sebesar Rp 5,7 secuil pun tidak bisa dicairkan.
"Soal itu, nanti bapak kepala cabang yang memberi penjelasan. Nanti Hari Senin beliau datang. Saya tidak berwenang memberi keterangan," kata costumer service Bank Mandiri, Rukli, ketika dihubungi kemarin.
Sementara Kepala Cabang Bank Mandiri Parepare Dandung M Qodari juga hingga kemarin belum bisa dihubungi. Nomor ponselnya yang kembali dihubungi kemarin, dalam keadaan tidak aktif.(*)