JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Dengan siaran langsung televisi, maka rakyat bisa memantau setiap detik pergerakan partai politik (parpol) di Pansus Hak Angket Century DPR RI. Jika ada parpol yang tak sejalan dengan rakyat untuk mengungkap kasus tersebut maka parpol tersebut harus siap kehilangan kepercayaan dari pemilihnya di Pemilu 2014 nanti.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menganggap wajar Partai Demokrat membela habis-habisan para saksi dalam pemeriksaan Pansus. Karena Demokrat merupakan parpol pengusung pemerintah. Namun, langkah itu tentu harus dibayar dalam Pemilu 2014, karena rakyat akan menilai seberapa jauh peran mereka dalam mengungkap kasus Century ini. "Itu semua publik atau masyarakat yang akan menilai. Itu (Pansus Century) menjadi pertaruhan untuk Pemilu 2014 nanti, jika parpol tidak bisa sejalan aspirasi masyarakat," kata Akbat Tandjung di Jakarta, Selasa (9/2).
Sebagaimana diketahui, Demokrat memback-up penuh beberapa pejabat pemerintah dalam setiap pemeriksaan Pansus. Bahkan, beberapa kali anggota Pansus dari fraksi Demokrat Ruhut "Poltak" Sitompul sering interupsi di luar konsteks pemeriksaan. Hal itu membuat anggota fraksi lainnya geram. Bahkan, beberapa kali Ruhut sempat adu mulut dan melontarkan hujatan kepada anggota Pansus dari fraksi PDI Perjuangan Gayus Lumbuun.
Pada kesimpulan sementara, tujuh fraksi (Golkar, PDI Perjuangan, PKS, PAN, PPP, Gerindra, Hanura) yang mewakili 66,6 persen kekuatan di Pansus menyatakan kebijakan bailout mengandung pelanggaran. Sedangkan Demokrat bersama PKB menyimpulkan tidak terjadi pelanggaran dalam kebijakan tersebut.
Bagi Akbar, bukanlah sesuatu yang aneh jika PPP dan PAN berubah pikiran dalam kesimpulan akhir Pansus pada 4 Maret nanti. "Namun, seperti halnya Demokrat, dua parpol koalisi itu juga akan membayarnya pada Pemilu 2014 nanti. "Kalau parpol itu mengambil sikap yang tidak sejalan dengan sikap masyarakat, maka itu akan mempengaruhi elektabilitas parpol tersebut, yang mungkin akan turun jumlah suaranya," paparnya.
*Bukan Penebusan Dosa
Sikap kritis Golkar di Pansus, lanjut Akbar, bukan tanpa maksud dan kepentingan. Akbar mengakui Golkar punya keinginan menjadi pemenang Pemilu 2014. "Kami kan pernah menjadi pemenang sbeelumnya. wajar, jika kami bertekad menjadi pemamng kembali di Pemilu 2014 nanti. Tapi, kami juga senantiasa memperjuangkan aspirasi rakyat," ungkapnya.
Ia membantah jika perjuangan aspirasi rakyat lewat Pansus Century dianggap sebagai penebusan dosa dan pengembalian citra Golkar pada Orde Baru. "Kalau bicara citra, Golkar sudah tidak mempersoalkan lagi. Kecuali itu kan pada awal reformasi. Tapi kalau dilihat dari Pemilu 2009, memang ada penurunan jumlah suaranya," pungkas Akbar.