PEKANBARU, TRIBUN-TIMUR.COM - Sementara itu Prof dr H K Suheimi SpOG, Direktur Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) Pekanbaru, sekaligus dokter yang menangani kelahiran Tabriz Abdul Hafiz mengatakan keistimewaan yang dimiliki oleh putra pasangan Wahyudi dan Wahyuningsih ini bukan suatu kelainan. Ia juga baru kali ini melihat keistimewaan seperti ini pada seorang bayi.
"Secara medis kondisi daun telinga si bayi tidak dianggap suatu kelainan. Dengan daun telinga yang seperti itu bisa saja kemampuan daya tangkapnya terhadap gelombang bunyi akan lebih baik lagi,"jelasnya.
Tabriz Abdul Hafiz, bayi pasangan Wahyudi dan Wahyuningsih yang lahir pada, Senin (8/2/2010) kemarin sekitar pukul 17.05 WIB. Lekukan daun telinga sebelah kirinya mempunyai bentuk yang sangat mirip dengan tulisan 'Allah' dalam bahasa Arab.
Kedua orang tua tersebut baru tahu tulisan tersebut ketika Wahyuningsih, sang bunda hendak menyusi anaknya pada, Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB. Awalnya ia tidak menyangka sama sekali, namun setelah diperhatikan secara teliti dan menyamakan dengan telinga sebelah kanannya.
"Saya kaget pas lihat telinga kirinya. Seperti tulisan Allah dalam bahasa Arab. Cuma yang kiri saja, telinga sebelah kanan biasa saja,"ungkap Wahyuningsih.
Lekukan berbentuk Allah itu berada di sebelah kiri telinga Tabriz Jika diperhatikan baik-baik, maka tulisan Allah akan terlihat dari arah kiri kekanan. Istri dari Wahyudi ini melahirkan Tabriz anak ketiganya ini secara normal dengan metode water birth di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) Pekanbaru dengan bobot 3,2 kilogram dan panjang 50 sentimeter.
Wahyudi mengatakan bahwa dia bersama istrinya saat hamil tidak mempunya firasat apa-apa. Kehadiran putranya ini memang sangat diharapkan. Mengingat anak pertama dan keduanya berjenis kelamin perempuan.