Kamis, 11 Maret 2010 | 01:54 WITA
Tujuh orang guru SLB yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kesenian se Kota Makassar melakukan studi banding ke Malaysia dengan dana pribadi, mulai 10-15 Maret.
Mereka adalah, Hj.Andi B. Nurniyati, S.Pd, M.Pd (SLB Pembina), Sitti Nurjannah, S.Pd (SLBN Makassar), Christina Padidi, S.Pd (SLB Pembina), Andi Idawati ((SLB YPAC), Pannawi, S.Pd (SLB Pembina), Sitti Maemuna, S.Pd (SLB YPAC), dan Martina, S.Pd (SLB Pembina).
Tujuan utama ke Sekolah Kebangsaan Bandar Uda-Uda, Sekolah Kanak Spastik Johor, dan Sekolah Kanak-Kanak Johor Baru. Mereka akan mempelajari manajemen kelas, khususnya rancangan pembelajaran, pengelolaan kelas, penataan kelas, struktur organisasi di kelas, dan metode serta strategi pembelajaran.
Ketua rombongan Hj. Andi Nurniyati, S.Pd, M.Pd usai diterima Kepala UPTD Balai Pengembangan PK dan PLK Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Drs. H. Elvis Rizal, M.Pd, kemarin mengatakan, dipilihnya Negeri Jiran sebagai tujuan studi banding karena Negara tetangga tersebut sudah sangat maju dalam hal pengelolaan pendidikan, terutama pendidikan layanan khusus. Hasil perjalanan tersebut nantinya akan diterapkan di Sulsel.
`'Selama dalam perjalanan, selain akan mempelajari manajemen sekolah, juga akan mengetahui langsung visi dan misi sekolah layanan khusus di Malaysia serta bagaimana partisipasi orangtua terhadap pendidikan di negeri tetangga tersebut,'' jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPTD PK dan PLK Disdik Sulsel saat menerima peserta studi banding di ruang kerjanya meminta, selama melakukan lawatan di Malaysia agar menjaga nama baik bangsa dan Negara. Terpenting, menjadikan setiap moment perjalanan dijadikan sebagai pembelajaran. Di mana nantinya, setelah pulang ke tanah air dapat diterapkan di tempat tugas masing-masing.
`'Kami salut dan respons atas prakarsa para guru-guru SLB se Kota Makassar karena telah merintis jalan melakukan studi banding ke Negara tetangga. Langkah ini ke depan perlu dijadikan agenda tahunan,'' pintanya.
Menurut Elvis Rizal, di tahun 1970-an para guru di Malaysia yang berbondong-bondong ke Indonesia belajar manajemen pendidikan kita, tetapi di era 1990-an sampai sekarang terbaik, kita lagi yang belajar manajemen pendidikan ke Malaysia. Itu pertanda bahwa Malaysia mengalami kemajuan di bidang pendidikan.
`'Kemajuan mereka perlu dikejar, sehingga kita bisa sejajar. Bahkan kita bisa lebih unggul lagi dari negara-negara tetangga di bidang pendidikan,'' harapnya.
Khusus pendidikan layanan khusus (PLK), Elvis Rizal berpesan, agar para guru yang berangkat studi banding betul-betul mempelajari manajemen pengelolaan pendidikan di sana, sehingga kita bisa jadikan bahan komparatif, guna pengembangan pendidikan layanan khusus di Sulsel. (pokja humas disdik sulsel)
Tribun Timur
Lebih Interaktif, Lebih Akrab
Redaksi: 081.625.2233 (SMS), tribuntimurcom@yahoo.com, Facebook Tribun Timur Berita Online Makassar, twitter.com/tribuntimur
Sirkulasi: 081.625.2266 (SMS)
Iklan: 0411 (8115555)
(
Muh Izzat Nuhung)